
"The Quantum Team" Kafana Distro
Hari ini Kafana Distro genap berusia tiga bulan.
Memang terhitung masih "jabang bayi". Saya berharap dengan perhatian yang serius, Kafana bisa berkembang dan terus tumbuh semakin dewasa. Sanggup mengarungi berbagai gelombang kehidupan. Memberikan manfaat bagi para stakeholder. Usaha yang bermula dari teras rumah ini, alhamdulillah menunjukkan perkembangan yang positif. Hal ini bisa dilihat dari beberapa indikator sebagai berikut :
1. Produk
Item produk yang dijual kafana semakin lengkap. Saat launching, produk dan penampilannya amat sederhana. Masih banyak space toko yang kosong. Ahamdulillah, semua space kini sudah terisi dengan variasi produk yang semakin beragam. Mulai dari Jilbab berbagai merk, blus, stelan, kaos muslimah, busana muslim anak, koko, mukena, sarung, peci, aneka accessoris, baju tidur, pakaian dalam wanita, dan lain lain.
Koleksi tersebut akan semakin bertambah untuk mewujudkan visi Kafana sebagai One Stop Shopping berbagai Khazanah Muslim. Masih banyak item / kategori produk yang mesti segera dilengkapi seiring dengan meningkatnya awareness konsumen dan meningkatnya modal berjalan.
2. Omset
Alhamdulillah, omset penjualan menunjukkan trend kenaikan dari hari ke hari. Saat ini, omset di atas 1 juta sehari sudah biasa, di atas 2 juta sehari, masih kadang kadang, jadi sudah nggak kaget lagi. Fakta lainnya, selama tiga bulan ini, dalam sehari tidak pernah bolong, alias tidak pernah tidak ada penjualan sama sekali.
Sungguh ini melebihi ekspektasi saya ketika nekad memberanikan diri untuk take action. Saya juga sudah siap jika "mainan" baru saya ini kembali berujung dengan "ongkos belajar" seperti bisnis saya sebelumnya.
3. Pelanggan
Jumlah pelanggan semakin banyak dan masih akan terus bertambah. Pelanggan yang pernah datang, rata rata datang lagi untuk melakukan repeat buying. Pelanggan baru juga masih terus berdatangan seiring dengan "ganas" nya efek pemasaran Word of Mouth ( dari mulut ke mulut).
Jangkauan pelanggan juga semakin luas, tidak hanya perumahan di dekat kafana, tetapi juga perumahan yang cukup jauh dari kafana. Berdasarkan obrolan ringan di toko, pelanggan datang dari berbagai perumahan, di antaranya : Taman Tridaya Indah 1, Taman Tridaya Indah 2, Taman Tridaya Indah 3, Griya Asri 1, Griya Asri 2, Perum Kopperindag, Puri Cendana, Trias Estate, Kompas Indah, Permata Regensi, Tridaya 1, Tridaya 2, Tridaya 3, Tridaya 4. dan masih ada lagi yang lainnya. Maklumlah, Tambun merupakan salah satu gudang perumahan di Bekasi.
4. Reseller
Semakin banyaknya reseller yang mau bergabung, saya jadikan salah satu indikator bahwa produk kafana bisa diterima dengan baik oleh konsumen. Terbukti para reseller bisa menjualnya kembali dan melakukan repeat buying ke kafana. Database reseller ini terus saya maintain.
Komunikasi dengan para reseller juga aktif dilakukan oleh istri saya.Reseller bisa menjual dengan harga eceran sama dengan di Kafana, karena mereka mendapatkan diskon khusus. Mereka juga bisa menaikkan harga di atas harga eceran Kafana, mengingat mayoritas reseller menjual dengan sistem pembayaran tempo atau kredit.
Selain indikator di atas , ada beberapa benefit yang saya dapat, yang nilainya justru lebih tinggi dari sekedar nilai finansial, diantaranya :
1. Sahabat
Saya merasakan setelah membuka usaha, sahabat saya semakin banyak. Ada yang berkomunikasi lewat email, yahoo messenger, telpon, dan sms. Kadang juga bertemu dalam forum tertentu. Ada juga yang datang langsung ke toko untuk silaturohmi dan tukar wawasan.
Bagi saya persahabatan ini luar biasa nilainya. Ada kebahagiaan tersendiri ketika saya bisa berbagi pengalaman. Terutama bagi mereka yang baru mulai usaha seperti saya.
Istri saya yang memegang operasional harian juga merasakan manfaat yang sama. Kenalannya bertambah banyak. Kalau dulu hanya ibu ibu satu RT, kini sahabatnya bertambah. Mulai dari Ibu Guru, Pekerja Pabrik, Orang Kantoran, Perawat, Ibu Rumah Tangga yang mencoba berbisnis dsb. Para pelanggan tersebut tentu berasal dari berbagai perumahan.
2. Informasi dan Wawasan
Banyak informasi dan wawasan yang saya dapat setelah buka usaha. Kadang asalnya juga dari hal hal yang tidak terduga. Semuanya seperti mengalir dan ditunjukkan begitu saja.
Informasi Bazar di sebuah di sebuah sekolah terpadu misalnya, tidak hanya melahirkan hubungan bisnis semata. Melainkan juga melahirkan hubungan pertemanan yang tulus dengan para guru di lembaga pendidikan tersebut.
Interaksi dengan berbagai kalangan tersebut banyak berpengaruh positif kepada istri saya.
Dari cerita dan sharing setiap hari, saya melihat wawasan istri saya jauh lebih luas dari sebelumnya.
Kebetulan juga, istri saya pernah menyusun buku pelajaran agama, untuk tingkat SD (dari kelas 1 s/d 6). Persahabatan dengan para guru yang menjadi pelanggan tersebut sering memunculkan diskusi menarik yang merefresh pengetahuan istri saya. Walaupun buku tersebut sudah diterbitkan tiga tahun yang lalu, alhamdulillah, beberapa hari yang lalu masih ada royalty yang ditransfer, walaupun nilainya nggak seberapa.
3. Optimalisasi Waktu
Sebelum "memainkan” Kafana Distro, saya lebih banyak disibukkan oleh tugas kantor dan Koperasi Karyawan yang saya urus. Amanah sebagai pengurus kopkar, justru lebih banyak menyita perhatian saya. Setiap bulan saya harus melakukan pembayaran untuk angsuran KPR BTN karyawan secara kolektif, Angsuran kredit motor karyawan ke FIF, dan angsuran KTA karyawan ke Bank DKI. Bayar Pajak PPh Ps. 25 untuk Kopkar dan mengirimkannya ke Kantor Pajak, plus berbagai kesibukan khas bendahara.
Sejak dua bulan yang lalu, saya juga tidak bisa menolak amanah sebagai pengurus RW. Berbagai urusan kemasyarakatan menjadi tambahan kesibukan saya. Tugas saya sebagai "tukang bayar" bertambah lagi. Tiap bulan saya mesti bayar iuran sampah untuk lingkungan RW (satu blok) ke Pihak DKP Bekasi.
Dengan berbagai tugas tersebut, plus "mainan" baru kafana, saya harus pandai mengatur waktu dan tenaga agar semua tugas tersebut bisa ditunaikan dengan baik.
Khusus untuk pengelolaan Kafana, pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar besarnya kepada istri saya, Emi Fatmawati. Istri saya inilah yang paling "bertanggung jawab" atas kemajuan Kafana Distro sampai saat ini. Saya saya masih ingat benar, saat mendampingi istri saya, ketika dia harus berjuang mempertahankan thesis S-2 nya di hadapan Dewan Penguji. Waktu itu kami baru seminggu menikah. Thesis istri saya mengupas tentang ayat ayat Jilbab dalam Alquran, dari sudut pandang sosial budaya Islam. Di bawah bimbingan Prof. Dr. Musa 'Ashary, istri saya berhasil mempertahankan thesis tersebut. Saya sendiri sangat kagum dengan profile Prof Dr. Musa 'Ashary ini. Selain sebagai akademisi, beliau juga sukses sebagai pengusaha.
Saya tidak pernah menduga, kalau istri saya sekarang kembali "bergelut" dengan jilbab dalam mengembangkan bisnis kami.
Apakah ini sebuah kebetulan ?
Salam
Faif Yusuf