Wednesday, November 24, 2010

Tajur : Pusat Souvenir Tas di Bogor

Selasa kemarin, Saya dan seluruh karyawan Kafana Distro mengunjungi pusat penjualan souvenir tas di daerah Tajur Bogor. Acara ini memang tidak direncanakan sebelumnya. Awalnya sih hanya ingin mengunjungi masjid Kubah Mas di Depok saja.

Namun setelah seluruh rangkaian acara selesai ternyata ada ide kunjungan ke Tajur yang dilontarkan oleh salah seorang karyawan dan didukung oleh yang lainnya.

Kebetulan waktu yang tersedia juga masih cukup sehingga saya mengabulkan permintaan mereka untuk jalan-jalan ke Bogor.

Walaupun harus berhimpit-himpitan di mobil, perjalanan terasa nikmat karena kami warnai dengan banyak bercanda dan menikmati pemandangan. Maklumlah saya mencoba rute baru yang selama ini belum pernah saya lalui.

Saya mengambil jalur dari masjid Kubah Emas, ke arah Parung. Menyusuri jalan sepanjang kanan kirinya diramaikan dengan banyaknya pengembangan perumahan baru. Saya baru tahu betapa gairah bisnis perumahan di sini tidak kalah dengan yang saya lihat di Bekasi.

Setelah sekitar satu jam perjalanan, kami sampai di kawasan Tajur. Saya lihat para karyawan saya begitu menikmati suasana di sini. Berpindah dari satu toko ke toko lainnya. Setelah puas melihat-lihat dan memilih barang yang disukainya, kami melanjutkan perjalanan pulang setelah mampir untuk sholat jamaah di masjid raya Bogor.

Semoga acara kebersamaan ini semakin meningkatkan semangat dan menguatkan jalinan silaturohmi serta persaudaraan antar anggota tim Kafana Distro. Amin.

Tuesday, November 23, 2010

Masjid Kubah Mas : Tujuan Rihlah Tim Kafana Distro

Hari ini seluruh anggota tim Kafana Distro akan menikmati rihlah alias wisata bersama. Tidak jauh memang, tapi cukup buat merefresh pikiran dan energi.

Keputusan saya untuk mengajak seluruh anggota tim Kafana jalan-jalan ke masjid Kubah Mas di Depok tentu bukan tanpa alasan. Setelah saya tanya ke seluruh karyawan, ternyata belum ada satu pun yang pernah ke sana. Dan mereka ingin sekali berkunjung ke sana.

Wah...surprise juga saya. Padahal jaraknya tidak terlalu jauh. Saya sendiri sudah beberapa kali berkunjung ke sana. Setiap ada keluarga yang datang dari Sragen, selain saya ajak jalan ke Monas dan Istiqlal, mereka juga saya ajak jalan ke Masjid Kubah Mas ini.

Acara rihlah kali ini memang kami buat bersahaja saja. Setelah charging energi psikis alias rohani dengan beribadah di Masjid Kubah Mas, kami akan mencari tempat yang enak di sekitar masjid buat ngobrol dan berbagi bersama.

Sambil menikmati makan siang bersama, lotisan, rujakan dan lainnya saya akan menyampaikan materi khusus untuk menambah wawasan seluruh karyawan Kafana Distro. Sedangkan istri saya akan menyampaikan beberapa hal yang berhubungan dengan visi Kafana Distro di masa yang akan datang.

Semoga rihlah hari ini berjalan lancar dan menghasilkan sesuatu yang positif buat seluruh anggota tim Kafana Distro. Amin.

Monday, November 22, 2010

Belajar dari Mas Teguh & Mbak Tina

Posting ini saya dedikasikan buat dua sahabat saya, Mas Teguh dan Mbak Tina. Saya ucapkan selamat atas prestasi bisnis yang luar biasa hingga Majalah Ummi menampilkan sosok kalian berdua dalam cover edisi Nov 2010 ini.

Mas Teguh adalah teman satu master mind (MM Bekasi 1) dengan saya. Kami sering diskusi dan sharing mengenai banyak hal. Sedang Mbak Tina adalah teman seperjuangan dari kampung di Sragen sana. Orang tua Mbak Tina adalah sahabat orang tua saya. Orang tua kami naik haji bersama pada tahun 1992.

Saya terus terang kagum terutama atas kekompakan Mas Teguh dan Mbak Tina ini. Saya paham tidak mudah memadukan ide dua kepala dan mengeksekusinya menjadi langkah bisnis yang dahsyat.

Saya masih ingat betul, beberapa tahun yang lalu ketika saya mampir ke toko baru kalian di ITC Cempaka Mas. Saat itu toko baru buka beberapa hari. Dengan rendah hati Mbak Tina meminta saran saya untuk kemajuan toko. Saat itu saya memang satu tahun lebih dulu memulai bisnis ritel dengan membuka toko sendiri.

Saya tidak menyangka kemajuan bisnis kalian akan seeksponensial seperti ini. Tentu saya ikut senang dan bangga. Selain itu, pasti saya juga akan terus belajar, baik langsung maupun tidak langsung kepada kalian berdua.

Omset bisnis busana muslim hingga miliaran per bulan ? Ternyata sangat mungkin, dua sahabat saya sudah membuktikannya.

Semoga Kafana Distro segera menyusul. Amin.

Mizan Book Fair di MBH

Kali ini saya ingin berbagi informasi dengan para sobat semua, khususnya yang tinggal di Bekasi. Bukan bermaksud promosi, namun saya ingin berbagi manfaat saja.

Bagi para sobat yang punya waktu luang dan jalan-jalan ke Mega Bekasi Hypermall, silahkan mampir ke Mizan Book Fair yang terletak di Lantai 2. Tepatnya di depan eskalator menuju ke arah bioskok XXI.

Saya sering menghabiskan waktu disini. Maklum kadang jenuh juga kalau stand by di toko Kafana Distro yang terletak di lantai dasar. Biasanya saya mencari buku-buku baru atau buku lama yang menarik.

Untuk buku baru diskon sampai 20%. Ada juga yang diskon 30% lho. Bahkan banyak buku yang diobral dengan harga mulai dari lima ribu rupiah. Kalau lagi beruntung, kita bisa mendapatkan buku bermutu dengan harga yang murah.

Beberapa kali saya menemukan buku bermutu dan menarik, cuma karena terbitan lama, jadi harganya diobral menjadi hanya sepuluh ribu saja.

Anda tertarik ? datang aja ke MBH Lt. 2. Kalau sudah puas di sana, silahkan mampir ke Kafana Distro di Lt. Dasar no 285, 288 atau 379.

Habis beli buku, beli baju he...he...

Menatap Jakarta

Menatap Jakarta, apa sih maksudnya ? Sederhana sebetulnya kalau pembaca sudah tahu konteks dari judul yang saya tulis di atas.

Ceritanya begini. Bulan ini saya kedatangan tamu. Seorang teman lama. Kami dulu pernah sekolah di sebuah SMA yang sama di kota Solo. Saat ini teman saya ini tinggal di Malang. Tapi dia punya bisnis di Bali.

Setelah bekerja lebih dari sepuluh perusahaan di Bali, teman saya ini memutuskan untuk merintis perusahaan sendiri. Berbekal pengalaman dan jaringan yang dipunyainya dia memulai usaha dalam bidang produksi dan perdagangan handycraft, fashion, silver dan lainnya.

Penjualan hampir seratus persen ekspor. Customer tetap dia berada di berbagai negara mulai dari Australia, Meksiko, Kanada, Jepang, New Zeland dan masih banyak lagi. Setiap bulan dia selalu mengirimkan pesanan dari para langganannya tersebut.

Nah, saat ini dia berada di Jakarta selama kurang lebih satu setengah bulan. Tujuannya tidak lain dia ingin mempelajari, menjajagi dan sebisa mungkin membuka pasar lokal. Dia menyadari kalau pasar ekspor itu bisa sewaktu waktu berubah tanpa bisa kita kendalikan, apalagi kalau ada krisis ekonomi global dan isu sensitif lainnya.

Dia pun memulainya dari Jakarta. Saya temani teman saya ini "mengacak-acak" Pasar Tanah Abang sebagai pusat grosir garmen terbesar di Asia Tenggara. Saya juga mengajaknya menyusuri lorong-lorong di Pasar Pagi lama Asemka untuk merasakan atmosfir perdagangan di sana.

Diskusi seputar berbagai kawasan bisnis di Mangga Dua, Jatinegara dan lainnya pun kami lakukan sambil menikmati kemacetan Jakarta.

Teman saya ini memang tipe petualang. Dia selalu mencoba ide-ide baru. Mencoba hal-hal baru. Hal ini bisa saya lihat dari cerita bagaimana dia melakukan inovasi dalam setiap proses bisnis yang dia lakukan.

Saya yakin, dengan ketekunan yang tinggi dia akan menemukan ceruk pasarnya di sini. Di dalam negeri kita sendiri. Sebuah pasar yang amat besar dan menggiurkan untuk dilewatkan begitu saya. Sebuah potensi pasar yang membuat negara lain berebutan untuk melakukan penetrasi.

Mari jadi pemain, jangan hanya jadi penonton saja.

"Setubuhi" Bisnismu.

Hm...mungkin para pembaca punya penafsiran yang bermacam-macam setelah membaca judul posting ini. Ya, Anda tidak salah baca. Kata setubuhi sengaja saya kasih tanda kutip supaya kita tidak memahami secara apa adanya.

Kata-kata tersebut, tepatnya nasehat tersebut, saya peroleh beberapa bulan yang lalu ketika saya mengunjungi salah satu supplier sekaligus mentor bisnis saya yang tinggal di Bandung.

Mentor saya ini termasuk orang senior di jagat bisnis busana muslim. Dia tahu betul alur bisnis busana muslim dari hulu sampai hilir. Dia juga mengenal dengan dekat siapa saja pemain utama dalam kancah bisnis busana muslim secara nasional.

Nasehat di atas memang singkat, tapi butuh waktu lama bagi kami berdua untuk mendiskusikannya. Hebatnya lagi, mentor saya tersebut menjelaskan dengan sabar dan disertai contoh-contoh pengalaman yang dia alami selama membesarkan bisnisnya. Hingga saya menjadi paham, ngeh, mengerti, tidak sekedar tahu, apa yang harus saya lakukan.

Intinya, kita harus selalu fokus. Kita harus paham betul betul know how bisnis kita. Kita mesti paham betul pernak perniknya, iramanya, pasang surutnya, state of the artnya.

Singkatnya, kita mesti menjiwainya.

So...gauli bisnismu !

eh...Bapak ...!

Kali ini saya ingin cerita dikit kejadian lucu yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Hari kejadiaannya saya agak lupa, tapi kalau nggak salah adalah pada hari Sabtu.

Saat itu saya sedang duduk-duduk di depan Kafana Distro 3 yang terletak di Mega Bekasi Hypermall lt. Dasar. Sengaja saya duduk di luar karena memang banyak customer yang datang dan sedang dilayani oleh karyawan saya.

Tiba-tiba saja ada dua orang cewek yang melintas di depan saya. Begitu melihat saya, mereka spontan menyapa saya dengan akrapnya dan menyalami tangan saya bahkan setengah menciumnya. Tentu saja saya agak kikuk dibuatnya karena merasa kurang mengenal mereka.

Begitu menyapa dengan ungkapan "eh...bapak, di sini ya tokonya ?" dan bersalaman mereka kemudian berlalu begitu saja meneruskan acara jalan-jalannya. Istri saya dan beberapa karyawan saya yang melihat kejadian ini langsung tertawa melihat saya yang masih bengong.

Istri saya pun berkomentar :" wah...bapak punya banyak penggemar nih ". Saya respon aja dengan senyum tipis sambil terus berpikir siapa mereka.

Beberapa detik kemudian barulah saya sadar kalau mereka adalah mahasiswa saya. Dari situ saya merasa harus belajar banyak untuk menghafalkan minimal wajah-wajah mahasiswa saya. Kalau nama mungkin sangat sulit mengingat banyaknya mahasiswa yang saya ajar. Jadi biar saya cepet ngeh kalau ketemu dan bisa bertegur sapa dengan mereka.

Sunday, November 21, 2010

Mega Bekasi Hypermall

Kali ini saya ingin sharing tentang Mega Bekasi Hypermall (MBH) yang terletak persis depan pintu tol Bekasi Barat. Orang biasanya lebih akrab memanggilnya Giant karena papan namanya jauh lebih besar dan menonjol daripada papan nama Mega Bekasi sendiri.

Giant hypermarket sebetulnya hanya salah satu anchor tenant yang ada di MBH. Anchor tenant lainnya sebetulnya cukup banyak seperti bioskop XXI, Borobudur Dept Store dll.

MBH selama ini dikenal dengan pusat HP terbesar dan terlengkap di Bekasi. Dari pengamatan saya, dibanding mall-mall yang lain, memang jumlah pedagang HP dan segala variasinya di MBH jauh lebih banyak.

Bahkan BCP yang membranding dirinya sebagai pusat HP dan Komputer masih kalah jauh dengan MBH. Satu lagi, banyak sekali outlet HP yang menjual grosir disini. Baik grosir HP maupun spare part dan asesoris. Saya sering melihat para pedagang dari luar belanja dalam jumlah besar disebuah outlet yang tidak jauh letaknya dari Kafana Distro.

Selain itu, tersedia juga pusat service HP yang terletak di lantai 1. Mereka berkelompok sehingga amat mudah ditemukan. Bagi yang ingin memulai bisnis HP disini amat mudah. Tinggal daftar ke pengelola (EO) di lantai 1. Tapi ini khusus untuk counter HP di Lantai 1. Cukup dengan sewa bulanan Rp 1.200.000, sudah dapat counter lengkap dengan etalasenya, listrik dan service charge sudah nggak perlu bayar lagi.

Lalu dimana posisi Kafana Distro. Ketiga outlet Kafana Distro berlokasi di Lantai dasar, dekat ATM Center. Daerah ini dikenal dengan Moslem Fashion Area. Jadi bagi yang membutuhkan busana dan perlengkapan muslim, datang aja ke lt dasar moslem fashion area. Semua lengkap ada di sini.

Saturday, November 20, 2010

Beasiswa Kewirausahaan dari DIKTI

Dua bulan yang lalu, saya dipercaya oleh Mien R Uno Foundation untuk mengisi training kewirausahaan yang diadakan oleh Politeknik Negeri Manado bekerja sama dengan MRUF Foundation.

Training ini diselenggarakan selama lima hari penuh. Full dari jam delapan lagi hingga jam lima sore. Saya kebagian tugas mengisi 3 sesi di hari pertama. Jadi praktis pada hari pertama tersebut, hanya saya sendiri yang menyampaikan materi.

Yang membuat saya surprise, ternyata para peserta yang hadir adalah mahasiswa terpilih yang berjumlah sekitar 58 orang. Mereka nantinya selepas training akan mendapatkan beasiswa atau dana hibah dari DIKTI untuk memulai atau mengembangkan usaha.

Jumlah dananya juga cukup besar menurut saya. Masing-masing mahasiswa menerima delapan juta rupiah. Selepas training mereka diminta membentuk kelompok dengan anggota minimal lima orang. Jadi satu kelompok bisa memulai usaha dengan modal 40 juta rupiah. Dahsyat bukan !

Saya jadi ingat semasa masih mahasiswa dulu. Perasaan saya waktu itu tidak pernah ada skema seperti itu. Sehingga saya harus berjibaku sendiri merintis usaha waktu masih kuliah dulu. Jaman memang telah berubah. Alhamdulillah...perubahan itu nampaknya ke arah yang lebih baik.

Semoga dari materi yang saya sampaikan tersebut, banyak hal yang bisa diaplikasikan. Sehingga dana yang bakal mereka terima, akan berkembang seiring dengan perkembangan bisnis mereka.

Dukungan dari berbagai pihak memang dibutuhkan disaat semangat wirausaha yang makin subur di kalangan mahasiswa akhir-akhir ini. Bravo buat DIKTI dan Poltek Manado.

Berani Mengambil Keputusan

Pagi ini saya mendapatkan pelajaran berharga. Pelajaran tentang betapa pentingnya keberanian mengambil keputusan. Tentu dengan segala kesiapan akan konsekuensi atas keputusan tersebut.

Ceritanya begini. Saat mengantar anak pertama saya Ilham ke kegiatan pencak silat pagi tadi, saya bertemu teman lama. Saya berkenalan dengannya kira kira lebih dari setahun yang lalu.

Saat itu saya tidak bisa menyembunyikan kekagetan saya ketika tahu kalau dia bekerja di sebuah perusahaan minuman keras. Padahal komitmen keagamaannya bagus. Dia pun menyekolahkan anaknya ke sekolah Islam terpadu, sama dengan anak saya.

Rupanya hati nuraninya sendiri nampaknya berontak. Cuma saat itu dia belum berani mengambil keputusan. Butuh waktu lama untuk meyakinkan diri bahwa rezeki Allah itu berlimpah. Apalagi kalau kita mengoptimalkan ikhtiar sebagai hamba.

Masih banyak lahan lain untuk menjemput rezeki. Buat apa kita bekerja di sebuah perusahaan yang memproduksi barang yang jelas keharamannya. Bukankah masih banyak produk yang jelas kehalalannya.

Alhamdulillah, dari pertemuan tidak sengaja tadi pagi, saya baru tahu kalau teman saya ini sudah resign dari perusahaan minuman keras tersebut. Saya melihat aura kebersihan wajahnya dan kelegaan hatinya karena akhirnya sudah berani mengambil keputusan tersebut.

Saat ini teman saya tersebut sedang merintis bisnis karet dan coklat bekerja sama dengan kakaknya. Saya berdoa untuk kebaikan dirinya. Semoga Allah memudahkan langkahnya.

Saya yakin jalan akan terbuka baginya. Bukankah Allah tidak pernah tidur ?